IndeksIndeks  portalportal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin    

Share | 
 

 Tak tersentuhnya wasit

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
lion shadow
Admin
Admin


Jumlah posting : 1111
Join date : 24.06.08
Lokasi : kota penghasil panda

PostSubyek: Tak tersentuhnya wasit   Fri Sep 19, 2008 2:15 pm

MALANG – 19/09/08. Tak tersentuhnya wasit dan dua asistennya yang memimpin laga Arema versus PKT Bontang, Sabtu (13/9) lalu, menimbulkan tanda tanya besar. Padahal, kepemimpinan wasit Suprihatin plus Muchli dan Hakim Bahar, para asistennya, dinilai menjadi pemicu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Karena Suprihatin, sering memberikan keputusan yang kontroversi.

Apalagi sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, hanya ditimpakan kepada Ekoyono Hartono dan Kurnia Meiga. Bahkan keduanya yang dianggap menyulut kerusuhan.

‘’Inilah anehnya. Kenapa wasit dan asistennya tidak disentuh sama sekali. Lantas, apakah Komdis tidak mempertimbangkan sanksi bagi penyebab terjadinya peristiwa tersebut? Ini kok malah Ekoyono dan Meiga yang dianggap menyulut kerusuhan,’’ ujar Pembina Yayasan PS Arema, Darjoto Setiawan, kepada Malang Post, kemarin.

Padahal, kata dia, seharusnya Komdis tidak hanya memberikan sanksi kepada pembuat kejadian. Tapi penyebab dari kejadian tersebut, justru bebas melenggang.
Hanya saja, kata dia, jika melihat peristiwa selama ini, wasit-wasit di Indonesia cenderung mendapat perlakuan istimewa. Mereka tidak ada yang kena skorsing selama skorsing yang diterima tim. Atau kalaupun kena sanksi dengan dikembalikan ke Badan Wasit Sepakbola Indonesia (BWSI), toh beberapa saat kemudian sudah memimpin kembali.

Darjoto lantas merujuk pada peristiwa di Kediri, 16 Januari lalu dalam babak delapan besar Liga Indonesia XIII. Ketika itu, wasit Jajat Sudrajat dinilai bersalah dan dikembalikan ke PSSI. Tapi justru pada Piala Kemerdekaan, even internasional di Indonesia yang berlangsung di Senayan, Jajat sudah memimpin pertandingan. Yakni saat Indonesia bertemu Brunei Darusalam, pada Rabu (21/.

‘’Lalu mana unsur pendidikan dan keadilannya? Padahal ketika itu saya baca di media, pelatih Brunei (Vjern Simunic, Red.) juga mengaku kecewa dengan kepemimpinan Jajat. Nyatanya, PSSI tetap memakai dia di ajang internasional,’’ tandasnya.

Demikian juga dengan beberapa wasit lain yang dikembalikan ke BWSI, nyata mereka hanya ‘diistirahatkan’ beberapa saat. Setelah itu, mereka tetap kembali memimpin.

Karena itulah, Darjoto menilai, pasti Wasit Suprihatin juga membawa misi-misi khusus, ketika memimpin pertandingan Arema versus PKT. Indikasinya, Suprihatin dinilai sangat berani, padahal saat itu dia memimpin di Stadion Kanjuruhan, kandang Arema, tapi justru banyak merugikan Arema.

‘’Rekaman sudah ada. Tapi nyatanya, rekaman itu juga tidak digunakan sebagai bahan membuat keputusan. Kami benar-benar kecewa. Rasanya, tidak ada keadilan untuk Arema. Kami selalu menjadi pihak yang disalahkan,’’ tegasnya.
Itulah sebabnya, Darjoto bisa memahami apa yang dirasakan Ekoyono Hartono, Manajer Arema. Sebagai pimpinan tertinggi di tim, jelas Ekoyono tidak rela melihat timnya dianiaya wasit. Karena kecintaan Ekoyono, dia sampai rela kena sanksi, untuk membela timnya.

‘’Demikian pula dengan Meiga. Dia kiper bagus, masih muda dan memiliki potensi tinggi. Terutama lagi, Meiga kiper yang berjiwa Arema. Dia mau melakukan apapun untuk Arema. Jadi, selama dia menjalani skorsing, dia harus tetap berlatih bersama Arema. Karena Meiga adalah kiper Arema,’’ tegasnya.

Apalagi, Arema sendiri juga pernah menampung Hendro Kartiko, ketika kiper asal Banyuwangi ini kena skorsing dari PSSI. Toh selama masa skorsing, Hendro bisa berlatih bersama Arema.

Karena itulah, Darjoto menganggap PSSI justru tidak memberikan contoh yang baik terhadap persepakbolaan di tanah air. Pria berkacamata ini lantas kembali merujuk pada tudingan pemukulan yang dilakukan asisten pelatih timnas Indonesia, terhadap pelatih Libya di lorong ruang ganti. Bahkan dampaknya timnas Libya tidak mau melanjutkan pertandingan dan Indonesia menjadi juara.

‘’Ingat, kejadian itu di lorong ganti. Bukan di lapangan. Tapi apakah PSSI juga memberikan sanksi kepada pelaku? Jelas itu bukan contoh yang baik. Padahal itu dilakukan di level internasional. Nyatanya, sampai sekarang tidak ada sanksi untuk pelaku,’’ tegas dia (mpost)

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ongisnade.friendhood.net
Aremania_Makassar Bro
AKADEMI AREMA JUNIOR
AKADEMI AREMA JUNIOR


Jumlah posting : 209
Join date : 06.09.08

PostSubyek: Tak tersentuhnya wasit   Fri Sep 19, 2008 2:37 pm

jancok..jancok..jancok... huhuhu huhuhu huhuhu huhuhu

PSSI BLI laknat.... huhuhu huhuhu huhuhu
gimana kalo arema buat liga Arema sendiri aja Pak To....
biar gak pusing2 mikirin PSSI keparat...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Tak tersentuhnya wasit
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: NEWS AND OPINION :: BERITA SEPUTAR AREMA-
Navigasi: