IndeksIndeks  portalportal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin    

Share | 
 

 Arema Akhiri Paceklik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
lion shadow
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 1111
Join date : 24.06.08
Lokasi : kota penghasil panda

PostSubyek: Arema Akhiri Paceklik   Fri Oct 24, 2008 12:45 pm

Arema Akhiri Paceklik
* Dua Penalti Gagal, Libas PSMS 4-3

SIDOARJO - Paceklik kemenangan yang mendera Arema berakhir sudah. Setelah enam laga tak pernah mengemas poin absolut, sore kemarin skuad Singo Edan melibas PSMS Medan 4-3 (1-2) di Gelora Delta Sidoarjo.

Raihan tiga poin ini sangat berarti bagi Arema. Selain mendongkrak kepercayaan diri pemain, posisinya juga semakin aman dari zona papan bawah.

Namun, untuk meraih kemenangan, anak asuh pelatih Gusnul Yakin itu harus bersusah payah. Sempat tertinggal sejak menit ke-2 lewat gol gelandang PSMS Leonardo Martin, Arema terus tertekan. Faktor mental tanding yang menurun karena tak pernah menang selama enam laga -lima kalah dan satu seri- membuat Suroso dan kawan-kawan sulit mengembangkan permainan.

Sebaliknya, PSMS tampil lepas tanpa beban dan mampu mengendalikan permainan. Dua aktor pengendali permainan PSMS, Elie Aiboy dan Leonardo Martin, kerap menjadi ancaman gawang Arema yang dikawal Dadang Sudrajat.

Permainan Arema kian kacau setelah satu tendangan penalti yang dilakukan Emaleu Serge pada menit ke-16 gagal. Tembakan Serge hanya membentur mistar gawang. Untung saja, Fandy Mochtar membangkitkan motivasi rekan-rekannya lewat gol yang dilesakkan pada menit ke-23. Gol Fandy lahir melalui proses yang cukup apik, hasil kerja sama dengan Esaiah Pello Benson. Saat itu semua pemain belakang PSMS fokus mengawal Benson. Sementara Fandy yang bebas tanpa kawalan memanfaatkan umpan matang Benson.

Namun, upaya skuad Arema untuk menambah gol justru menjadi petaka. Ketika pemain Arema konsentrasi menyerang, PSMS lewat kaki Elie Aiboy mampu mencuri kelengahan dengan melakukan serangan balik. Satu umpan mantan pemain Arema itu diselesaikan Leonardo dengan gol pada menit ke-37.

Memasuki babak kedua, performa Arema belum membaik. Koordinasi antarlini belum berjalan maksimal. Termasuk juga naluri gol Serge yang belum membaik. Buktinya, selain gagal mengeksekusi penalti, peluang yang dimiliki kerap terbuang sia-sia. Termasuk pada awal babak kedua, striker asal Kamerun itu sudah berhadapan dengan kiper PSMS Galih Sudaryono. Namun, Serge kembali gagal mencetak gol. Bola hanya membentur gawang.

Kebuntuan Arema berakhir lewat gol Arif Suyono yang memanfaatkan umpan tarik Serge pada menit ke-63. Kans menambah gol dimiliki Arema menit ke-71. Hadiah penalti diberikan wasit Armando Pribadi setelah Octavianus handsball di kotak penalti. Namun, Souleymane Traore yang jadi eksekutor juga gagal. Tendangan ke arah kiri gawang ditepis Galih. Beruntung, satu menit berselang, Arif Suyono kembali menjadi pahlawan. Tendangan jarak jauh yang dia lesakkan tidak mampu diantisipasi kiper PSMS.

Keunggulan Arema ini langsung menaikkan mental tanding Arema. Lini tengah yang digalang Benson lebih hidup. Arema balik memegang kendala permainan. Terlebih setelah Suroso menambah gol lewat tendangan bebas.

Namun, PSMS yang sudah tertinggal dua gol belum menyerah. Serangan terus dilakukan dari sektor kanan yang diisi Elie. Memasuki menit akhir, giliran PSMS yang mendapatkan hadiah penalti setelah Dadang menabrak Octavianus di kotak penalti. Dan, kembali Leonardo memedayai Dadang hingga menutup laga 4-3.

Meski menang, Gusnul justru menilai permainan yang ditunjukkan Arema jauh dari apa yang dia harapkan. "Sama sekali tidak ada koordinasi di semua lini," ucapnya usai laga.

Walau kecewa, Gusnul masih bisa maklum karena anak asuhnya tidak dalam kondisi prima. Hampir semua pemain kelelahan panjang usai tur ke Papua melawan Persiwa dan Persipura. Gara-gara faktor kelelahan, sulit anak asuhnya menerapkan strategi yang dia inginkan. "Kan terlihat tadi (kemarin) semua seperti kejenuhan. Tapi tidak ada masalah. Kami masih bisa menang. Dan saya tetap bangga dengan perjuangan yang dilakukan anak-anak," tandas dia.

Menyusul gagalnya dua penalti yang dilakukan Serge dan Souleymane, Gusnul menganggap murni karena soal teknis. Pertama, Serge kurang tepat menempatkan bola meski kiper PSMS sudah out position. Sedangkan kegagalan Soulaymane disebabkan Galih tepat membaca arah bola.

Di sisi lain, alasan klasik diungkapkan arsitek PSMS Erick Williams. Menurut dia, kekalahan timnya lebih dipicu faktor buruknya kepemimpinan wasit. Erick menilai anak asuhnya kerap dinilai offside ketika sedang menyerang. Padahal, mestinya wasit tahu posisi pemainnya belum mendahului lawan. "Tapi kami sadar, tuan rumahnya Arema. Kami sebagai tamu tidak bisa apa-apa," ujar dia.

Faktor lain, PSMS juga mengalami kelelahan. Perjalanan yang ditempuh tim Ayam Kinantan ini dari Semrang ke Malang dan Sidoarjo butuh waktu cukup lama dan menguras energi. Apalagi, tempat pertandingan dalam undangan tertera di Malang. Tetapi, faktanya harus dijalani di Sidoarjo. "Jadi, kami harus bolak-balik dari Semarang ke Malang, eh tenyata sehari kami harus disuruh ke Sidoarjo. Bagaimana ini, tidak ada pemberitahuan," ucap Erick ketus. (abm/yn)

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ongisnade.friendhood.net
 
Arema Akhiri Paceklik
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: NEWS AND OPINION :: BERITA SEPUTAR AREMA-
Navigasi: